Tampilkan postingan dengan label Artikel Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Umum. Tampilkan semua postingan

23 Juli 2018

PUASA-PUASA YANG TERLARANG

Puasa adalah salah satu amalan yang di cintai oleh Alloh subhanahu wata'ala,  karena Rosulullah shallallahu alaihi wasallam telah mengajarkan kepada kita beberapa macam bentuk puasa yang bisa amalkan sebagai bentuk ketaatan kita kepada Alloh.

Adapun bentuk-bentuk puasa tersebut diantaranya adalah puasa Ramadhan,  puasa 6 hari di bulan syawal,  puasa yaumul bidh,  puasa di hari Arafah,  puasa as syura,  puasa dawud, puasa senin-kamis, dan puasa yang lainnya.

Puasa-puasa tersebut, jika kita amalkan dengan niat ikhlas karena Alloh dan berkesesuaian dengan petunjuk Rosulullah, in syaa Alloh akan mendatangkan pahala disisi Alloh.

Tapi tahukah anda, bahwa di masyarakat kita saat ini, ada bentuk-bentuk puasa yang justru tidak mendatangkan pahala, bahkan dapat mendatangkan kemurkaan Alloh.

Berikut beberapa bentuk puasa yang harus kita hindari agar kita tidak beramal dengan amalan yang sia-sia. diantaranya adalah amalan puasa yang tidak di niatkan murni untuk Alloh, seperti di niatkan untuk mendapatkan ilmu kedigdayaan,  ilmu kebathinan,  untuk memikat seorang wanita,  untuk melancarkan usaha,  dan niat-niat duniawi lainnya.

Allâh subhanahu wata'ala berfirman:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ

 Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allâh dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus. (Al-Bayyinah/98: 5)

Dari ‘Umar bin Al Khottob, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ ، وَإِنَّمَا لاِمْرِئٍ مَا نَوَى ، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niat. Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena  Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah pada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrah karena dunia yang ia cari-cari atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya berarti pada apa yang ia tuju (yaitu dunia dan wanita, pen)”. (HR Bukhori dan Muslim).

Lalu bentuk puasa lainnya yang harus kita hindari adalah puasa yang di lakukan dengan tidak mengikuti petunjuk Rosulullah shallallahu alaihi wasallam  seperti yang telah kita kenal selama ini, misal : puasa mutih,  yaitu bentuk puasa yang di lakukan dengan ketentuan hanya makan dengan nasi putih atau lauk yang berwarna putih dan air putih saja ketika sahur dan ketika berbuka.

Ada juga puasa ngebleng,  dimana puasa ini di lakukan dengan tanpa terputus atau secara terus menerus dengan waktu yang telah di tentukan,  seperti tiga hari sampai empat puluh hari.  ada lagi puasa weton namanya,  yaitu puasa yang di lakukan untuk memperingati hari kelahiran.

Lalu puasa lainnya adalah puasa ngrowot, yaitu jenis puasa yang di lakukan dengan menu vegetarian,  bahkan cendrung menghindari jenis makanan hewani.  selain vegetarian,  puasa ini juga tidak di perkenankan untuk di beri tambahan perasa,  seperti rasa asin,  manis dan asam.

Mengapa puasa-puasa tersebut harus kita hindari??
di mana letak kesalahan puasa-puasa tersebut??

Letak kesalahannya yaitu yang pertama adalah adanya perbuatan mengharamkan apa-apa yang di halalkan oleh Alloh subhanahu wata'ala untuk kita konsumsi, yaitu berupa larangan untuk mengkonsumsi makanan selain dengan nasi putih dan air putih saja,  lalu ada juga larangan memakan makanan hewani dan perasa makanan.

Seperti kita ketahui, bahwa hukum asal makan dan minum adalah halal sampai ada dalil yang mengharamkannya. artinya adalah setiap makanan dan minuman boleh kita konsumsi,  kecuali makanan dan minuman yang di haramkan oleh Alloh, baik yang di haramkan ole Alloh di dalam Al Qur'an,  as sunnah maupun ijma para ulama.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

قُلْ أَرَأَيْتُم مَّا أَنزَلَ اللَّهُ لَكُم مِّن رِّزْقٍ فَجَعَلْتُم مِّنْهُ حَرَامًا وَحَلَالًا قُلْ آللَّهُ أَذِنَ لَكُمْ ۖ أَمْ عَلَى اللَّهِ تَفْتَرُونَ وَمَا ظَنُّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Katakanlah, ‘Terangkanlah kepadaku tentang rizki yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal.’ Katakanlah, ‘Apakah Allah telah memberikan izin kepadamu (tentang ini) atau kamu mengada-ada saja terhadap Allah? Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari Kiamat…” [Yunus: 59-60]

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَٰذَا حَلَالٌ وَهَٰذَا حَرَامٌ لِّتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ مَتَاعٌ قَلِيلٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta, ‘Ini halal dan ini haram,’ untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung. (Itu adalah) kesenangan yang sedikit, dan bagi mereka adzab yang pedih.” [An-Nahl: 116-117]

Lalu kesalahan lainnya adalah tidak adanya landasan yang syar'ie atas amal tersebut.  seperti kita ketahui,  bahwa asal ibadah adalah haram sampai ada dalil/ landasan atas perbuatan tersebut. Setiap amal ibadah akan di sertai landasan atas amal tersebut,  karena Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda berpesan kepada umatnya untuk tidak mengerjakan sebuah amal,  kecuali sudah jelas ada landasan hukum syar'ienya.

Dari Ummul Mukminin, ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.”(HR Bukhori dan Muslim)

Dalam riwayat lainnya juga disebutkan,

مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak.”(HR Muslim)

Lalu kesalahan selanjutnya adalah karena ada unsur tasyabuh/ penyerupaan kepada kaum kuffar.

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad 2: 50 dan Abu Daud no. 4031. Syaikhul Islam dalam Iqtidho‘ 1: 269 mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam Irwa’ul Gholil no. 1269)

Seperti kita ketahui bahwa,  puasa-puasa tersebut diatas merupakan bagian dari ajaran kejawen. dan tentunya bagi seorang muslim, ketika ia mengetahui bahwa amal tersebut merupakan bagian dari ajaran agama lain, dan bukan berasal dari islam,  maka haram baginya untuk melakukan amalan tersebut.

Demikianlah beberapa bentuk puasa yang harus kita hindari,  agar kita tidak beramal dengan amalan yang sia-sia.  cukupkan diri kita dengan amal-amal yang berasal dari Alloh dan RosulNya,  karena syarat di terimanya amal adalah ketika amal tersebut ikhlas dan berkesesuaian dengan petunjuk Rosulullah.

Alloh firman Allah,

لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا

“Supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS. Al Mulk: 2).

Al Fudhail bin iyadh,  ketika beliau menafsirkan ayat diatas,  beliau berkata, “yaitu amalan yang paling ikhlas dan showab (mencocoki ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).”

Lalu Al Fudhail melanjutkan,  “Apabila amal dilakukan dengan ikhlas namun tidak mencocoki ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, amalan tersebut tidak akan diterima. Begitu pula, apabila suatu amalan dilakukan mengikuti ajaran beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam namun tidak ikhlas, amalan tersebut juga tidak akan diterima. Amalan barulah diterima jika terdapat syarat ikhlas dan showab.

Amalan dikatakan ikhlas apabila dikerjakan semata-mata karena Allah. Amalan dikatakan showab apabila mencocoki ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Adapun amal-amal yang tidak ada landasannya,  maka sebaiknya kita tinggalkan. tidak cukup bagi kita beramal dengan niat baik saja, karena kebaikan yang sejati adalah kebaikan yang bersumber dari Alloh dan RosulNya.

Ketahuilah, apa-apa yang telah Alloh perintahkan untuk kita kerjakan,  maka itu merupakan sebuah kebaikan untuk kita,  dan apa-apa yang Alloh perintahkan untuk kita tinggalkan, maka yakinilah itu pun merupakan kebaikan untuk kita.

Catatan tambahan :
Ketahuilah, jika kita senantiasa masih melakukan puasa-puasa yang terlarang tersebut, selain terancam akan terjatuh pada perbuatan yang di haramkan atau termasuk perbuatan yang sia-sia karena melakukan amalan yang tidak di contohkan, ada tambahan dampak buruk dari perbuatan tersebut,  yaitu perbuatan tersebut merupakan sarana syetan untuk masuk ke dalam tubuh manusia.   Dari pengalaman yang ada,  orang-orang yang senantiasa melakuka.n perbuatan tersebut, ternyata mereka positif mengalami gangguan jin. Jika jin sudah masuk ke tubuh seorang manusia,  maka akan banyak keburukan-keburukan yang akan mereka alami,  diantaranya : gangguan pada fisik,  gangguan pada perasaan dan pikiran,  gangguan di waktu tidur dan yang utama adalah gangguan pada saat ibadah.

Jadi yang terbaik adalah segera jauhi amal  persebut,  agar kita terlindungi dari dampak buruk atas amal tersebut.

wallahu a'lam

Rendra Bukhori
Ruqyah Corner

🌎Website : Ruqyah Corner
www.inforuqyahsyariyyah.blogspot.com

Fb : Ruqyah Corner
IG : Ruqyah Corner
Youtube : Ruqyah Corner

Jika Kamu Sabar Maka Bagimu Surga

Belajarlah dari kisah shahabiyah berikut, yaitu kisahnya ummu Zufar al-Habasyiyyah yang memiliki keimanan yang kuat kepada Alloh hingga membentuk kepribadian yang kuat pada dirinya hingga ia mampu bersabar atas ujian yang sedang ia rasakan dalam kehidupannya.

Kekuatan jiwa sangat penting bagi kepribadian seorang muslim.  kekuatan jiwa muncul karena keimanannya yang kuat kepada Alloh subhabahu wata'ala.  Dengan jiwa yang kuat, in syaa Alloh kita akan mudah menjalani satu taqdir dari Alloh yang terasa tidak menyenangkan untuk kita rasakan, baik itu dalam bentuk perasaan kehilangan sesuatu atau karena penyakit yang sedang kita alami, atau karena hal lainnya.

Kisah berikut ini mudah-mudahan dapat menginsipirasi kita untuk sabar terhadap penyakit yang sedang kita derita ini. berikut kisahnya :

Dari Atha bin Abi Rabah, ia berkata, Ibnu Abbas berkata padaku,
“Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?”


Aku menjawab, “Ya”


Ia berkata, “Wanita hitam itulah yang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dialah salah satu wanita penghuni surga.

Wanita hitam yang datang menghadap Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, wanita tersebut berharap bila Rosulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam berkenan mendoakannya atas penyakit yang sedang ia derita.

Wanita tersebut berkata, ‘Aku menderita penyakit ayan (epilepsi) dan auratku tersingkap (saat penyakitku kambuh). Doakanlah wahai Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untukku agar Allah Menyembuhkan ku.’


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Jika engkau mau, engkau bersabar dan bagimu surga, dan jika engkau mau, aku akan mendoakanmu agar Allah Menyembuhkanmu.’


Kemudian wanita itu menjawab, ‘Aku pilih bersabar.’ Lalu ia melanjutkan perkataannya, ‘Tatkala penyakit ayan menimpaku, auratku terbuka, doakanlah agar auratku tidak tersingkap.’

Maka Nabi pun mendoakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Lihatlah begitu kokohnya kepribadian wanita tersebut, seorang yang sangat kuat keimanan dan ketawakkalannya kepada Alloh dan begitu yakinnya ia akan janji Rosulnya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Surga baginya lebih layak di perjuangankan karena lebih besar keutamaannya dari pada rasa sakit yang ia rasakan di dunia.

Shahabiyah tersebut lebih rela bersabar atas penyakitnya demi mendapatkan surga yang di janjikan oleh Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena keyakinannya yang kuat terhadap diri Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa ia akan mendapatkan surga dengan kesabarannya menanggung penyakit yang sedang ia derita itu.

Lalu pelajaran lainnya yang bisa kita petik dalam kisah tersebut, yaitu terkait keistiqomahannya menjaga perintah-perintah yang telah Alloh tetapkan untuknya sebagai seorang wanita, yaitu menutup auratnya (anggota tubuh yang tidak boleh di lihat oleh orang lain).

Dalam QS Al Ahzab : 59

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Al Ahzab : 59)

Alloh telah memerintahkan bagi setiap wanita dewasa (baligh) agar mereka menutup tubuhnya dengan kain ke seluruh tubuh mereka, karena tubuh mereka adalah aurat terhadap orang lain yang bukan mahramnya.

Shahabiyyah tersebut tidak malu dengan penyakit yang ia derita. dan ia pun tidak malu ketika penyakitnya sedang kambuh, tapi ia merasa malu ketika auratnya tersingkap dihadapan orang lain, sedang ia sedang dalam keadaan tidak sadar ketika hal itu terjadi. padahal secara hukum, seseorang yang tersingkap auratnya sedang ia tidak menyadarinya, maka orang tersebut tidak dianggap berdosa, karena apa yang terjadi pada dirinya (aurat yang tersingkap) bukan merupakan kehendak dirinya.

Tapi karena dasar keimanan yang kuat bahwa ia harus menutup auratnya karena demikianlah ketentuan yang telah Alloh perintahkan untuknya, oleh karena itu shahabiyah tersebut pun meminta satu permintaan agar ketika penyakitnya sedang kambuh,  auratnya dapat tetap terjaga dari pandangan orang lain,  dan dikabulkanlah permintaan tersebut oleh Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Tapi jika kita melihatlah kebanyakan kaum wanita saat ini, kebanyakan dari mereka justru tidak malu untuk memperlihatkan aurat mereka dihadapan orang lain yang bukan mahramnya, bahkan di hadapan jutaan pasang mata pun mereka tidak merasa risih, padahal mereka seorang muslimah. seakan-akan mereka tidak takut akan adzab Alloh buat mereka, dan mereka tidak yakin akan janji surga yang akan Alloh berikan kepada setiap orang yang mentaati perintah Alloh.

Mudah-mudahan Alloh memberikan taufiqnya kepada kita semua untuk senantiasa istiqomah menjalankan apa-apa yang telah Alloh tetapkan untuk kita laksanakan, baik yang bentuknya perintah untuk melaksanakan sesuatu yang telah Alloh tetapkan untuk kita lakukan, maupun perintah untuk menjauhi sesuatu yang Alloh larang untuk kita lakukan. dan mudah-mudahan Alloh memberikan kita kesabaran atas ujian yang Alloh berikan untuk kita lalui, baik itu yang bentuknya penyakit, atau masalah-masalah lainnya, karena dengan kesabaran itu, mudah-mudahan Alloh perkenankan kita untuk menjadi penghuni Surga yang abadi keindahan dan kenikmatannya.

Wallahu a'lam

Rendra Bukhori
🔰Ruqyah Corner🔰

📱Sumber :
www.inforuqyahsyariyyah.blogspot.com
💻Fb : Ruqyah Corner
📱IG : Ruqyah Corner
📷Youtube : Ruqyah Corner

Group Whatsapp Ruqyah Corner
Untuk Ikhwan
👉Ikuti tautan ini untuk bergabung ke grup WhatsApp RUQYAH CORNER IKHWAN :: https://chat.whatsapp.com/KjclVa72TeEKemxQ3tFW2f

👩Untuk Akhwat
👉Ikuti tautan ini untuk bergabung ke group RUQYAH CORNER AKHWAT : https://chat.whatsapp.com/9xKlWhWXmUqGUedWcFY9Ov

08 Maret 2018

Doa untuk yang sedang sakit


🎀Doa untuk anda yang sedang sakit


🔅Untuk anda yang masih merasakan sakit yang tak kunjung reda, baik penyakit medis, maupun non medis hingga saat ini..

💫Terkhusus untuk anda yang masih mengalami gangguan jin, meski anda tak pernah putus asa untuk terus melakukan ruqyah mandiri, mengkonsumsi herbal sunnah atau bahkan telah di ruqyah hingga berkali-kali., lakukan terus itu dan jangan pernah putus asa hingga Alloh taqdirkan yang terbaik buat diri-diri kita.

🔖Yakinilah bahwa penyakit yang kita derita, merupakan cara Alloh mengingatkan diri kita akan kelemahan kita sebagai seorang manusia, dan tentunya kita sangat membutuhkan pertolongan Zat yang Maha Kuat yaitu Alloh subhanallah wa ta’ala

🌈Teruslah memohon kepada-Nya, panjatkan doa di setiap hari-hari kita, dekatkan diri-diri kita kepada Zat yang sayang kepada para hamHba-Nya, dan mohonlah agar di berikan yang terbaik buat diri-diri kita… Yakinilah…, in syaa Alloh, Alloh akan memberikan kesembuhan atas penyakit yang kita derita.
Dan Mintalah kepada Alloh agar diberikan kesabaran untuk mampu menanggung derita atas penyakit tersebut, lalu harapkan pahala yang besar atas kesabaran yang telah kita lakukan, mudah-mudahan Alloh menghapus kesalahan-kesalahan kita karena sebab penyakit yang kita derita..

👤Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim)

🌱Mudah-mudahan dengan sebab penyakit yang kita derita tersebut, itulah cara bagi Alloh untuk meninggikan derajat para hambaNya dan sebagai bentuk kasih sayang-Nya agar Dia menghapuskan banyak kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan oleh seorang hamba. sebagaimana Firman-Nya : “Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. asy-Syuura: 30).

👉Teiring doa dari kami untuk anda yang sedang sakit, mudah-mudahan Alloh menyembuhkan diri anda dan memberikan pahala yang besar atas kesabaran anda dalam menanggung rasa sakit yang anda derita

🔖Wallahu a’lam

👆Mudah-mudahan ilmu yang sedikit ini bermanfaat buat kita semua.

👤Rendra Bukhori
KRS (Komunitas Ruqyah Syariah)

🌎Sumber :
www.inforuqyahsyariyyah.blogspot.com

Group Whatsapp Ruqyah Corner
Ikuti tautan ini untuk bergabung ke grup WhatsApp saya: https://chat.whatsapp.com/KjclVa72TeEKemxQ3tFW2f

====================

Aku Bersyukur KepadaMu ya Rabb..


Yuk kita awali pagi ini dengan bersyukur kepada Alloh subhanahu wa ta'la...

🌷Aku Bersyukur KepadaMu ya Rabb..

🍀Ya Alloh., Kami bersyukur kepada Mu ya Rabb, dengan penyakit yang kami derita ini,  menjadi sebab datangnya hidayah Mu kepadaku..

☘Ya Alloh., Kami  bersyukur kepada Mu ya Rabb, dengan sebab sihir yang mendera kami selama ini ,  membuat kami tersadar akan kelemahan kami dan ke Maha besar dan kuatNya Engkau ya Rabb..

💐Ya Alloh., Kami bersyukur kepada Mu ya Rabb,  dengan sebab musibah ini,  Engkau kenalkan kami dengan syariat-Mu ya Alloh..

🌾Ya Alloh., Kami bersyukur kepada Mu ya Rabb,  dengan gangguan jin  yang kami  alami ini,  Engkau kumpulkan kami dengan orang-orang sholih..

🍄Ya Alloh., Kami bersyukur kepada Mu ya Rabb,  kami yang dulu pernah mengalami efek buruk gangguan jin berupa kegelisahan,  rasa sakit yang tak kunjung berakhir karena makar mereka,  sekarang kami berkesempatan untuk dapat memberikan manfaat ilmu ruqyah syar'iyyah yang telah kami ketahui kepada hamba-hamba Mu lainnya yang masih merasakan efek buruk tersebut..

💫Ya Alloh ya Rabbi..
Zat yang membolak-balikan hati manusia, tetapkan hati kami dalam ketaatan kepada Mu dan tanamkan terus rasa syukur dalam diri kami..

🔖Jadikan hamba ini menjadi hamba yang senantiasa bersyukur atas semua karunia yang telah Engkau berikan kepada kami..

🔅Begitu besar hikmah dari semua taqdir  yang telah Engkau tetapkan untuk kami, baik itu taqdir yang baik maupun yang buruk (menurut pandangan kami).

💐Semua taqdir Mu adalah baik

🔖Maka Maha benar firman Mu yang mulia ini  :
و عسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وهُوَ خَيْرٌ لكَمْ وَعَسى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئا وهو شرٌّ لكم واللهُ يعلمُ وأَنْتُمْ لا تَعْلمُوْنَ
“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS. Al-Baqarah:216)

💐Betapa Engkau begitu sayang kepada Kami,  hingga Engkau berikan musibah kepada kami agar kami kembali ke jalan Mu, karena begitu banyak kemudahan dan kelapangan hidup yang kami rasakan justru membuat kami lupa kepada Mu Ya Rabb.
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَبَلَوْنَاهُم بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
“Dan Kami uji mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada Allah).” (QS. Al A’raaf: 168)

🌷Teriring doa kami kepada Mu ya Rabb..
اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
ALLAHUMMA A’INNI ‘ALA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI ‘IBADATIK [Ya Allah, tolonglah aku agar selalu berdzikir/mengingat-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu].” (HR. Abu Daud dan Ahmad, shahih)

🔖Wallahu a'lam

👆Mudah-mudahan ilmu yang sedikit ini bermanfaat buat kita semua.

👤Rendra Bukhori
KRS (Komunitas Ruqyah Syariah)

🌎Sumber :
www.inforuqyahsyariyyah.blogspot.com

👇Kerjasama Pelatihan ruqyah
Hubungi :
📱0895 0602 3844 (Rendra Bukhori)

====================

KUATKAN JIWA ANDA


🔰KUATKAN JIWA ANDA


🔖Jiwa yang lemah sangat di senangi syetan.

🔅Kelemahan jiwa bisa sebabkan karena lemahnya diri kita akan pengenalan dan pengamalan syariat Alloh.

🌤Kelemahan jiwa akan menghambat proses kesembuhan orang-orang yang mengalami gangguan jin. Syetan akan terus menghadirkan rasa takut, rasa bosan, rasa malas dan perasaan-perasaan negative lainya kepada orang tersebut dengan harapan menjauhkan orang tersebut dari upaya yang sedang ia lakukan.

💫Orang-orang yang mengenal Alloh, mengenal Rosulullah dan syariat yang di turunkan-Nya, serta semangat mengamalkan syariat tersebut, in syaa Alloh akan menjadikan dirinya memiliki jiwa yang kuat.

💎Kekuatan itu muncul karena ia yakin akan pertolongan Alloh, yakin akan mendapat penjagaan Alloh, semangat dalam mengamalkan apa-apa yang di syariatkan oleh Alloh serta ia yakin bahwa taqdir sudah Alloh tetapkan sejak 50 ribu tahun yang lalu, dan ia tidak akan kecewa atau bersedih dengan taqdir buruk yang berlaku untuknya, serta tidak terlalu gembira dengan taqdir baik yang berlaku atas dirinya.

Wallahu a'lam

👆Mudah-mudahan ilmu yang sedikit ini bermanfaat buat kita semua.

👤Rendra Bukhori
KRS (Komunitas Ruqyah Syariah)

🌎Sumber :
www.inforuqyahsyariyyah.blogspot.com

👨‍👨‍👦‍👦Group Whatsapp Ruqyah Corner

👇Ikuti tautan ini untuk bergabung ke grup WhatsApp saya: https://chat.whatsapp.com/KjclVa72TeEKemxQ3tFW2f
====================

25 Oktober 2017

KAJIAN RUQYAH UNTUK KELUARGA


Deskripsi program :
Program ini adalah suatu program yang fungsinya Untuk lebih meluaskan lagi manfaat keberadaan ruqyah syar’iyyah sebagai sarana pengobatan yang efektif untuk gangguan non medis (gangguan karena jin) kepada masyarakat.

Manfaat program :
Dengan mengikuti program ini, di harapkan para peserta mendapatkan hal-hal berikut ini :
    Mendapatkan ilmu2 dasar teori mengenai ruqyah syar’iyyah 
    Hukum ruqyah syar’iyyah
    Landasan ruqyah syar’iyyah
    Tanda2 gangguan jin pada manusia
    Sebab2 jin masuk ke tubuh manusia
    Upaya2 bagi orang yg mengalami gangguan jin
    Mendapatkan ilmu2 dasar praktek mengenai ruqyah syar’iyyah
    Cara ruqyah mandiri
    Cara meruqyah air
    Cara meruqyah tempat
    Mendeteksi diri ada tidaknya jin dlm tubuh kt dengan ruqyah massal
    Terapi ruqyah personal

Sasaran Program :
Yang dapat mengikuti program ini adalah setiap keluarga muslim atau kumpulan kaum muslimin dan muslimah

Teknis pelaksanaan program :
    Program kajian ruqyah untuk keluarga di adakan mulai hari senin s/d jum’at
    Waktu pelaksanaan kegiatan dapat diatur sesuai kesepakatan
    Jumlah peserta minimal 5 s/d 15 orang
    Tempat kegiatan di lakukan di rumah/ ruangan kantor salah satu peserta program
    Setiap peserta akan mendapat makalah kegiatan kajian ruqyah keluarga
    Pelaksanaan ruqyah personal di sesuaikan waktu pelaksanaan kegiatan

Pelaksana program :
    Rendra Bukhori
-    Penulis Blog Komunitas Ruqyah Syar’iyyah.wordpress.com
-    Praktisi ruqyah KRS (Komunitas Ruqyah Syar’iyyah)

Bagi anda yang berminat dengan program ini, silahkan anda dapat menghubungi no berikut :
0895 0602 3844 (Rendra Bukhori)

=======================================
💻Www.Krs.web.id
📱Komunitas Ruqyah Syariyyah (KRS)
Krs depok jabar

Jangan Ada Syetan Diantara Kita


Tujuan di turunkannya syariat islam oleh Alloh adalah untuk kebaikan manusia. Kehidupan manusia tidak lepas dari adanya perseteruan abadi antara iblis dan keturunannya yaitu syetan, baik dari bangsa manusia mapun dari bangsa jin, di mana keberadaan syetan akan memberikan berbagai keburukan-keburukan kepada manusia, untuk itulah perlu ada syariat dari Alloh untuk mencegah atau menyelesaikan hal itu.

Pada kesempatan kali ini, kami akan menyebutkan beberapa syariat dari Alloh yang berfungsi mencegah keberadaan syetan (dari bangsa jin) dalam kehidupan manusia. Berikut beberapa syariat yang harus kita lakukan dalam kehidupan keseharian kita agar kita tercegah dari keburukan-keburukan syetan yang senantiasa hadir pada diri kita, diantaranya adalah :

    Menyebut nama Alloh ketika masuk rumah
Dari Jabir radliyallahu anhu beliau berkata, aku pernah mendengar Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللهَ تعالى عِنْدَ دُخُوْلِهِ وَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيْتَ لَكُمْ وَ لَا عَشَاءَ وَ إِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللهَ تعالى عِنْدَ دُخُوْلِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ اْلمـَبِيْتَ وَ إِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ تعالى عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ: أَدْرَكْتُمُ اْلـمَبِيْتَ وَ اْلعَشَاءَ
“Apabila seseorang masuk ke rumahnya lalu ia menyebut (nama) Allah ta’ala ketika memasukinya dan ketika makan. Setan berkata (kepada kawan-kawannya), ‘tidak ada tempat bermalam dan makan buat kalian’. Apabila ia tidak menyebut (nama) Allah ta’ala ketika memasukinya, setan berkata ‘kalian telah mendapatkan tempat bermalam’. Dan apabila ia tidak menyebut (nama) Allah ta’ala ketika makan, setan berkata ‘kalian mendapatkan tempat bermalam dan juga makanan’”. [HR Muslim: 2018, Abu Dawud: 3765, dan Ahmad: III/ 346, 383. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih].

    Menutup pintu dan wadah-wadah dengan membaca basmallah

dari sahabat Jabir radhiallahu’anhu, bahwa Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ أَوْ أَمْسَيْتُمْ فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنْ اللَّيْلِ فَخَلُّوهُمْ ، وَأَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا ، وَأَوْكُوا قِرَبَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ ، وَخَمِّرُوا آنِيَتَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهَا شَيْئًا، وَأَطْفِئُوا مَصَابِيحَكُمْ ) رواه البخاري (
“Jika malam datang menjelang, atau kalian berada di sore hari, maka tahanlah anak-anak kalian (di rumah), karena  ketika itu setan sedang bertebaran. Jika telah berlalu sesaat dari waktu malam, maka biarkan mereka (jika ingin keluar). Tutuplah pintu dan berzikirlah kepada Allah, karena sesungguhnya setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup. Tutup pula wadah minuman dan makanan kalian dan berzikirlah kepada Allah, walaupun dengan sekedar meletakkan sesuatu di atasnya, matikanlah lampu-lampu kalian” (HR. Bukhari 3280, Muslim 2012).
Ibnu Bathal mengatakan:
“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam memerintahkan untuk menutup pintu-pintu ketika malam hari karena mengkhawatirkan tersebarnya jin akan membuat orang kesurupan atau menimbulkan ketakutan dan gangguan pada kaum mu’minun” (Syarah Shahih Al Bukhari, 9/67)
    Shalat Sunnah di Rumah

Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW dari Ibn Umar radhiyallahu ‘anhu, yang artinya : "Jadikanlah sebagian dari shalat kamu (shalat sunnah) di rumahmu dan janganlah menjadikannya sebagai kuburan." (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Maksudnya, shalat sunnah bagi laki-laki di rumah. Sedangkan shalat wajib bagi laki-laki, maka Rosulullah Shallallahu’alaihi Wasallam memerintahkan shalat dilakukan secara berjamaah di masjid atau mushalla, sedangkan untuk wanita afdhalnya melaksanakan shalat di rumah.
Hadits ini juga merupakan dalil bahwa yang afdhal itu seseorang shalat di rumahnya, maksudnya yaitu untuk seluruh shalat sunnah. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam:
“shalat yang afdhal bagi seseorang adalah di rumahnya, kecuali shalat-shalat wajib” (HR. Al Bukhari no. 7290)
kecuali shalat-shalat yang terdapat dalil dari syariat bahwa pelaksanaannya dilakukan di masjid, seperti shalat kusuf, shalat tawarih di bulan Ramadhan. Bahkan, walaupun berada di Mekkah atau Madinah, shalat sunnah di rumah tetap lebih afdhal berdasarkan keumuman hadits di atas. Dan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pun ketika mensabdakan demikian, beliau berada di Madinah. (Majmu’ Fatawa war Rasail, 2/235, Asy Syamilah)

    Membaca Al Qur’an di rumah (terkhusus QS Al Baqarah)
Rasulullah – shallallahu ‘alaihi wa sallam – menegaskan :
لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِى تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ
“Jangan kalian jadikan rumah-rumah kalian kuburan, sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat al-Baqarah.” (Hadits Riwayat Muslim 2/188)

    Makan dan minum dengan tangan kanan serta membaca mengucapkan Bismillah
Dari Ibnu Umar radliyallahu anhuma, bahwasanya Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ، وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ، وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ
“Jika seseorang di antara kamu makan, maka hendaklah dia makan dengan tangan kanannya. Jika minum, maka hendaklah minum dengan tangan kanannya, karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya.” [HR Muslim: 2020, Abu Dawud: 3776, at-Turmudziy: 1799 dan Ahmad: II/ 33, 146. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih].

Dari Aisyah bahwasanya Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda :
إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللهِ تعالى فَإِنْ نَسِيَ أَنْ يَذْكُرِ اسْمَ اللهِ تعالى فِى أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ بِسْمِ اللهِ أَوَّلَهُ وَ آخِرَهُ
 “Apabila seseorang diantara kalian hendak makan hendaklah ia menyebut nama Allah ta’ala. Jika ia lupa menyebut nama Allah ta’ala di awalnya maka hendaklah ia mengucapkan “Bismillah awwalahu wa aakhirahu” (dengan nama Allah di awal dan akhirnya). [HR Abu Dawud: 3767, at-Turmudziy: 1858 dan Ahmad: VI/ 143. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih].

Lalu dalam hadits lainnya, riwayat Abu Daud, dari salah satu sahabat Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, Umayyah bin Makhsiy beliau menceritakan :
عَنْ أُمَيَّةَ بْنِ مَخْشِىٍّ وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم جَالِسًا وَرَجُلٌ يَأْكُلُ فَلَمْ يُسَمِّ حَتَّى لَمْ يَبْقَ مِنْ طَعَامِهِ إِلاَّ لُقْمَةٌ فَلَمَّا رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ فَضَحِكَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم ثُمَّ قَالَ مَا زَالَ الشَّيْطَانُ يَأْكُلُ مَعَهُ فَلَمَّا ذَكَرَ اسْمَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ اسْتَقَاءَ مَا فِى بَطْنِهِ
Dari Umayyah bin Makhsiy -yakni salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam- ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam duduk, ada seorang laki-laki yang makan dan ia tidak membaca basmalah hingga makanannya hampir habis tinggal satu suapan. Lalu ketika ia memasukkan suapan itu ke mulutnya ia (ingat dan) membaca “Bismillahi awwalahu wa aakhirahu”. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lantas tertawa. Kemudian beliau bersabda: “Syetan masih terus makan bersamanya, tapi ketika ia membaca Basmalah, syetan langsung memuntahkan apa yang ada di perutnya.” (HR. Abu Daud)

    Berdoa ketika hendak masuk WC

Dalam hadits Zaid bin Arqam radiyallohu ‘anhu, dan selainnya yang diriwayatkan oleh Ahmad (4/373), Ibnu Majah (296), Ibnu Hibban ( 1406), Al Hakim (1/187) dan selainnya bahwa Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda :
إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ ، فَإِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ : اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ
” Sesungguhnya tempat-tempat buang hajat ini dihadiri (oleh para setan, pen), maka jika salah seorang dari kalian hendak masuk kamar mandi (WC), ucapkanlah “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari setan laki-laki dan setan perempuan.”
الْخُبُثِ adalah setan laki-laki dan الْخَبَائِثِ adalah setan perempuan. Demikian banyak orang yang terkena gangguan jin adalah di tempat-tempat buang hajat.

    Berdoa sebelum berhubungan dengan pasangan
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِىَ أَهْلَهُ فَقَالَ بِاسْمِ اللَّهِ ، اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ ، وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا . فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِى ذَلِكَ لَمْ يَضُرُّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا
“Jika salah seorang dari kalian (yaitu suami) ingin berhubungan intim dengan istrinya, lalu ia membaca do’a:
Artinya: ‘Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezki yang Engkau anugerahkan kepada kami”, kemudian jika Allah menakdirkan (lahirnya) anak dari hubungan intim tersebut, maka setan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut selamanya. ” (HR. Bukhari, no. 6388; Muslim, no. 1434).

    Tidak ada Gambar atau Patung di dalam rumah
Dari Abu Thalhah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Sesungguhnya para malaikat tidak memasuki rumah yang di dalamnya terdapat gambar.” (Muttafaq ‘alaih). Di dalam lafal Al-Bukhari, “dan juga gambar patung”.

Dalam sebuah hadits shahih dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau berkata kepada Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu.
لاَ تَدَعْ تِمْثَالاً إِلاَّ طَمَسْتَهُ وَلاَ قَبْراً مُشْرِ فًَا إِلاَّ سَوَّيْتَهُ
“Artinya : Janganlah engkau tinggalkan patung kecuali engkau telah membuatnya menjadi tidak berbentuk, dan jangan pula meninggalkan kuburan yang menjulang tinggi kecuali engkau meratakannya”. [Hadits Riwayat Muslim dalam Al-Jana’iz, 969]

Wallahu a’lam

Mudah-mudahan ilmu yang sedikit ini bermanfaat buat kita semua.

Rendra Bukhori
KRS (Komunitas Ruqyah Syariah)

Sumber :
www.inforuqyahsyariyyah.blogspot.co.id

Kerjasama Pelatihan ruqyah
Hubungi : 0895 0602 3844 (Rendra Bukhori)

=======================================





23 Oktober 2017

SHALAT DAN GANGGUAN JIN


Alloh berfirman dalam salah satu ayatNya :
وَٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلۡخَٰشِعِينَ ٤٥
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu´ (QS Al Baqarah : 45)

Shalat di dalam islam memiliki kedudukan yang tinggi. Shalat merupakan amalan yang pertama di hisab oleh Alloh pada hari kiamat kelak. Shalat pun bisa menjadi barometer terhadap amal-amal lainnya yang di lakukan oleh seorang hamba. Jika shalatnya di terima, in syaa Alloh amal lainnya pun akan di terima, namun jika shalatnya tidak di terima, maka akan berimbas pada amal-amal lainnya yang mungkin juga akan di tolak sebagai bagian dari amal sholih.

Pada kasus gangguan jin, maka shalat merupakan senjata yang ampuh untuk menghilangkan gangguan yang di derita oleh seseorang yang mengalami gangguan jin.

Benarkah seperti itu.??

Pada pembahasan yang lalu kita pernah belajar bahwa syetan tidak menyukai makanan dan minuman yang di sunnahkan oleh Rosululah shallallahu alaihi wasallam, seperti : bidara, zaitun, habatussauda, madu, kurma ajwa, dan lain sebagainya.

Jika terhadap makan dan minuman yang di sunnahkan oleh Rosulullah shallallahu alaihi wasallam saja syetan tidak suka, atau ada efek ketika mengkonsumsinya, bagaimana lagi perihal ibadah yang kita lakukan, termasuk salah satunya adalah shalat, tentunya  akan lebih membuat syetan tidak senang, bahkan merasa tidak nyaman berada di dalam tubuh orang-orang yang senantiasa menjalankan shalat.

Tapi kita dapati di lapangan, ada beberapa orang-orang yang mengalami gangguan jin yang ketika kita tanya perihal ibadahnya, termasuk shalatnya. Ada sebagian dari mereka yang tidak merasakan gangguan oleh syetan dari bangsa jin ketika mereka melaksanakan shalat, walaupun sebagian lainnya mengungkapkan adanya gangguan yang mereka alami ketika mereka beribadah, seperti ada rasa sakit pada di sebagian anggota tubuhnya, ada rasa mengantuk yang berat ketika membaca Al Qur’an atau ketika shalat,Termasuk sering lupa rakaat shalat, dan perasaan tidak nyaman lainnya.

Sudah seharusnya setiap orang-orang yang mengalami gangguan jin, terkhusus bagi yang terkena gangguan jin yang sedang atau berat, mereka akan merasakan gangguan ketika melaksanakan ibadah yang mereka lakukan, mengapa.?? Karena pada ibadah yang kita lakukan, terkandung adanya ruqyah dzatiyyah dari pelaksanaan ibadah tersebut. Misalnya Shalat. di dalam shalat terkandung bacaan Al Qur’an, doa-doa yang di ajarkan oleh Rosullullah, pengagungan kepada Alloh, dzikir-dzikir, dan lain sebagainya.

Pada pelaksanaan ruqyah syar’iyyah, baik dengan ruqyah mandiri, atau di ruqyah oleh orang lain, maka bacaan tersebut memberikan pengaruh kepada orang yang sedang di ruqyah tersebut, artinya ada efek berupa muncul rasa pada tubuh ketika di bacakan ayat-ayat Al Qur’an pada seseorang yang sedang di ruqyah. Maka pelaksanaan shalat bagi orang-orang yang mengalami gangguan jin, seharusnya juga memberikan efek bagi tubuh orang tersebut, karena dalam pelaksanaan tersebut terkandung unsur ruqyah di dalamnya.

Yang jadi permasalahan adalah jika kita termasuk orang-orang yang positif mengalami gangguan jin, namun kita tidak mengalami gangguan ketika kita beribadah (shalat), maka yang harus di pertanyakan adalah apakah shalat yang kita lakukan sudah benar adanya, baik benar dari sisi niatnya atau benar dari sisi pelaksanaan shalatnya.

Tentunya syetan akan terus menggelincirkan manusia kedalam jurang kebinasaan, termasuk membuat ibadah yang kita lakukan menjadi ibadah yang tidak di terima oleh Alloh, karena sebab adanya kesalahan niat dalam pelaksanaan ibadah tersebut, misalnya : ada ketidak ikhlasan dalam ibadah tersebut, adanya unsur riya, atau niat-niat yang tidak di peruntukan kepada Alloh. kalau pun niatnya sudah benar, maka syetan pun akan berupaya untuk menjadikan shalat tersebut tidak akan di terima menjadi bagian dari amal sholih karena pelaksanaannya tidak sesuai dengan syariat islam (tidak di contohkan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam). Kasus yang sering terjadi adalah adanya ketidak tuma’ninahan dalam gerakan shalat. Orang-orang yang mengalami gangguan jin akan di buat untuk cepat dalam pelaksanaan gerakan shalatnya, baik karena unsur ketidak tahuan bahwa itu merupakan perbuatan yang di larang oleh Rosulullah shallallahu alaihi wasallam, atau karena ada perasaan yang tidak ia sadari yang mengarahkan mereka melakukan perbuatan tersebut.

Syetan yang ada dalam tubuh seseorang, akan cendrung mengarahkan orang tersebut untuk cepat-cepat menyelesaikan shalat yang ia lakukan, hal itu mereka lakukan agar shalat yang di lakukan oleh orang tersebut tidak akan berefek atau berkurang efeknya terhadap mereka ( syetan). Tentunya ketika shalat kita tidak di terima oleh Alloh, maka efek ruqyah yang ada pada shalat kita pun tidak ada, atau kalaupun shalat kita sudah benar, maka bisa jadi akan berkurang pahalanya karena tidak adanya atau berkurangnya unsur kekhusyuan shalat yang kita lakukan, maka hal itu juga berpengaruh terhadap efek ruqyah yang ada pada shalat kita.

Padahal Rosulullah telah mengkhabarkan dalam salah satu sabdanya, bahwa ada salah seorang sahabatnya yang di suruh untuk melaksanakan shalat hingga berulang kali karena beliau menilai adanya kesalahan dari sahabatnya tersebut, salah satu kesalahannya adalah tidak tuma’ninah ketika melaksanakan shalat. Rosulullah menyampaikan bahwa orang-orang yang tidak tuma’ninah di kategorikan sebagai pencuri shalat, karena perbuatan tersebut, baik ia sadari maupun tidak merupakan suatu perbuatan yang mengambil hak shalat, yaitu harus adanya tuma’ninah ( berhenti sejenak).

Dalam Musnad Imam Ahmad dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, bahwa beliau bersabda,
أَسْوَأُ النَّاسِ سَرِقَةً الَّذِي يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ، قَالُوْا: يَا رَسُوْلَ اللهِ وَكَيْفَ يَسْرِقُ مِنْ صَلاَتِهِ؟ قَالَ: لاَ يُتِمُّ رُكُوْعُهَا وَلاَ سُجُوْدُهَا.
“Sejahat-jahat pencuri adalah yang mencuri dari shalatnya”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mencuri dari sholat?”. Rasulullah berkata, “Dia tidak sempurnakan ruku dan sujudnya” (HR Ahmad no 11532, dishahihkan oleh al Albani dalam Shahihul Jami’ 986)

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam masuk ke masjid, kemudian ada seorang laki-laki masuk Masjid lalu shalat. Kemudian mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau menjawab dan berkata kepadanya, “Kembalilah dan ulangi shalatmu karena kamu belum shalat!” Maka orang itu mengulangi shalatnya seperti yang dilakukannya pertama tadi. Lalu datang menghadap kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan memberi salam. Namun Beliau kembali berkata: “Kembalilah dan ulangi shalatmu karena kamu belum shalat!” Beliau memerintahkan orang ini sampai tiga kali hingga akhirnya laki-laki tersebut berkata, “Demi Dzat yang mengutus anda dengan hak, aku tidak bisa melakukan yang lebih baik dari itu. Maka ajarkkanlah aku!” Beliau lantas berkata: “Jika kamu berdiri untuk shalat maka mulailah dengan takbir, lalu bacalah apa yang mudah buatmu dari Al Qur’an kemudian rukuklah sampai benar-benar rukuk dengan thuma’ninah (tenang), lalu bangkitlah (dari rukuk) hingga kamu berdiri tegak, lalu sujudlah sampai hingga benar-benar thuma’ninah, lalu angkat (kepalamu) untuk duduk hingga benar-benar duduk dengan thuma’ninah. Maka lakukanlah dengan cara seperti itu dalam seluruh shalat (rakaat) mu”. [HR. Bukhari (793), Muslim (397)]

Jadi penting bagi kita untuk terus mengecek pelaksanaan ibadah kita, apakah niatnya sudah benar dan pelaksanaannya pun sudah sesuai dengan apa yang di ajarkan oleh Rosulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, karena kedua unsur tersebut merupakan syarat di terimanya amal sholih (amal yang di ridhoi oleh Alloh). jika tidak ada salah satunya, maka segera perbaiki agar pelaksanaan ibadah yang kita lakukan tidak sia-sia di mata Alloh.

Untuk itu teruslah bermohon kepada Alloh untuk di berikan taufiq agar kita di mudahkan oleh Alloh untuk mau belajar mendalami agama yang benar, kemudian mengamalkan ilmu yang telah kita dapatkan, dengan begiru kita berharap agar kita menjadi hamba yang benar-benar di cintai oleh Alloh subhanahu wata’ala.

Wallahu a'lam

Mudah-mudahan yang sedikit ini bermanfaat buat kita semua.

Rendra Bukhori
KRS (Komunitas Ruqyah Syariah)

Sumber :
www.inforuqyahsyariyyah.blogspot.com


Kerjasama Pelatihan ruqyah
Hubungi : 0895 0602 3844 (Rendra Bukhori)

=======================================
💻Www.Krs.web.id
📱Komunitas Ruqyah Syariyyah (KRS)
Krs depok jabar
📲Group WA KRS
Ikhwan KRS & Akhwat KRS
Daftar group :
Ketik : KRS# Nama#Alamat Domisili
Kirim ke : 0877 7002 9509
📧Krs.Depok@gmail.Com
🏧BNI Syar'iyyah a/n Hizbullah al Mubarrak
No 0420499192

13 Oktober 2017

Program Terapi Ruqyah Syar’iyyah via On line (TRSO)



Sempurnakan ikhtiar anda dalam waktu 4 pekan untuk menghilangkan gangguan non medis (gangguan jin) yg anda alami
Bergabunglah dalam program
TERAPI RUQYAH SYAR’IYYAH VIA ON LINE (TRSO)
Program ini merupakan solusi bagi anda yang tidak mendapatkan peruqyah syar’iyyah di tempat tinggal anda.

Manfaat program :
1. Mendapat materi seputar ruqyah syar’iyyah setiap hari
2. Tersedia layanan panduan terapi harian
3. Tersedia layanan konsultasi
4. Gratis buku Pedoman Ruqyah Syar’iyyah
5. Forum silaturahmi antar sesama muslim

Persyaratan :
1. Laki atau wanita dewasa
2. Memiliki riwayat gangguan jin
3. Siap mengikuti kegiatan di setiap harinya, berupa :
Membaca materi yang di share setiap hari
Melaksanakan terapi ruqyah harian
Melaporkan perkembangan terapi harian yang telah di lakukan
4. Siap mengikuti aturan yang berlaku oleh admin TRSO

Waktu pelaksanaan :
Setiap hari selama 4 Pekan

Jumlah Peserta :
7 s/d 10

Cara daftar :
TRSO#Nama#Jenis Kelamin#Alamat Domisili
Kirim pesan whatsapp ke no
0895 0602 3844

Acara ini GRATISS..!!

Yuk segera daftar..!!

Mudah-mudahan Alloh berikan kesembuhan atas penyakit kita dengan sebab mengikuti program ini.
Aamiin..

Info lebih lanjut :
Www.inforuqyahsyariyyah.bogspot.com

24 September 2017

Manfaat air hujan untuk pengobatan gangguan jin



Tahukah anda., bahwa syetan tdk suka dgn apa2 yg di sunnahkan oleh Rosulullah shallallahu alaihi wasallam, salah satunya adalah Air Hujan
Coba kita lihat Dalil dari Al Qur'an yg berkaitan dgn air hujan :
QS Al Anfaal, ayat 11 :
(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penentramanan daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu "hujan" dari langit untuk menyucikan kamu dengan "hujan" itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu). (QS. 8:11)
Lalu apa efek yg timbul dari orang yg mengalami gangguan jjn (sedang dan berat) ketika terapi menggunakan air hujan..??
Efek yg timbul diantaranya :
1. Tdk memegang wadah yg ada air hujan di dalamnya
2. Mencium aroma yg tdk menyenangkan dari air hujan tsb
3. Merasakan panas ketika air hujan tsb di balurkan ketubuh orang yg mengalami gangguan jin.
4. Muntah2 ketika air hujan tsb di hirup aromanya atau di minum airnya.
Demikian beberapa efek yg timbul pada penggunaan air hujan yg telah kami lakukan uji coba pada orang2 yg mengalami gangguan jin sedang atau berat.
Wallahu a'lam
Mdh2an Alloh berikan kesembuhan atas penyakit yg kita derita dgn seban ruqyah syar'iyyah
Mdh2an artikel ini bermanfaat

Rendra Bukhori
KRS (Komunitas Ruqyah Syar'iyyah)
Mau mengadakan pelatihan ruqyah syar'iyyah di dkt tempat tinggal anda..??
silahkan menghubungi no berikut :  0895 0602 3844
(Rendra Bukhori)
========================
https://krs.web.id
Komunitas Ruqyah Syar'iyyah (KRS) // facebook & youtube
Group WA KRS Ikhwan/Akhwat 0813 1032 0636
krs.depok@gmail.com
BNI Syariah No.Rek 0420499192 a/n Hizbullah Al Mubarrak
Markaz KRS:
Jl. Cisokan 2 No.199, Depok Timur

 

Subscribe to our Newsletter

Contact our Support

Email us: youremail@gmail.com

Our Team Memebers